Terimakasih Ummi


Saat libur adalah saat yang menyenangkan untuk bisa kumpul bareng bersama keluarga. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memanfaatkan masa liburan, beres-beres rumah, membantu istri masak dan mencuci pakaian anak-anak, dan banyak lagi yang lainnya... ya, seperti posting dan blogging ini.

Ada hal-hal  yang tidak terpikirkan pada saat-saat hari kerja justru pada saat liburan seperti ini  muncul dan menuntut "pernyataan sikap". Pagi ini saya baru selesai mencuci pakaian. Semakin ditunda cucian itu ternyata semakin menumpuk, bila tidak segera dicuci maka akan semakin kotor dan mengerjakannya semakin berat. Jadi, mengapa pakaian kotor itu tidak kita langsung cuci saja agar tidak menumpuk?

Membagi dan memilah pakaian kotor dalam dua tempat penyimpanan yang berbeda barangkali bisa menjadi solusi dalam menjaga rumah dari terlihat "berantakan". Satu tempat untuk pakaian kotor dan satu tempatnya untuk pakaian siap cuci. Tidak menunda pakaian siap cuci sampai esok adalah langkah yang bijak agar pakaian kotor tidak banyak menumpuk begitu yang terpikir pada saat hari-hari kerja, dan tidak pernah saya tidak lanjuti...

Pada saat liburan ini pemikiran itu harus saya lakukan... harus saya tindak lanjuti... Tapi, ternyata urusan rumah itu bukan hanya soal mencuci pakaian saja. Ada mencuci piring, sapu-sapu, ngepel, beres-beres kamar tidur, masak dan menyiapkan makan anak-anak... WOW ! dan lain-lainnya.

Pekerjaaan rumah adalah pekerjaan yang rutin dikerjakan seorang istri, dan menjadi bagian hari-hari seorang ibu. Betapa sibuknya seorang ibu dalam  mengurus rumah tangga.Tapi mereka masih punya senyum untuk suami, masih punya belaian dan kecupan untuk anak-anak tercintanya. Tak terdengar dimulutnya keluh kesah yang melebihi kesusahan dan kepayahannya dalam mengelola urusan rumah

Habis nyuci ternyata juga lumayan capek, pegel dan... aaah, perut teras lapar. Bila kebetulan sudah masak yang ada yang bisa dimakan, tapi.... kalau belum masak dan tak ada sisa makanan, ya harus masak dulu.... cape deeeh... begitulah yang dirasakan seorang istri... seorang ibu di rumah dalam menjalankan rutinitas sehari-hari.  Untuk istriku tercinta, ibu dari anak-anakku tersayang, aku hanya bisa berucap "Terimakasih Umi"





0 Response to "Terimakasih Ummi"

Posting Komentar

Terimakasih anda telah berkunjung.