Haqqa Tilawatih :Interaksi yang sesungguhnya dengan Al-Qur'an

Bagaimana sebenarnya membaca Alquran yang Allah SWT kehendaki dari seorang mukmin. Dengan kata lain, bagaimana membaca Alquran yang berkualitas?

Allah SWT telah menjelaskan kepada kita bagaimaa cara membaca kualitatif yang diinginkan-Nya, seperti termaktub dalam ayat berikut: “Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya (haqqa tilâwatih), mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi (QS al-Baqarah: 121).

Merujuk pada ayat di atas, menurut Imam Ghazali  di dalam Ihya Ulumid Din-nya, membaca firman-firman Allah dengan “sebagaimana mestinya” (haqqa tilâwatih) adalah dengan melibatkan lisan, akal, dan hati.

Tugas lisan adalah membaca huruf per huruf secara benar. Tugas akal adalah memahami makna dan kandungan. Sedangkan tugas hati adalah mengambil pelajaran dan nasihat untuk kemudian dipatuhi dan ditaati. 

Haqqa tilâwatih versi Abdullah ibn Mas’ud RA adalah tunduk patuh terhadap segala apa yang dihalalkan dan diharamkan olehnya, dan membacanya sesuai dengan apa yang diturunkan oleh Allah serta tidak menyimpangkannya, dan tidak mentakwilkannya secara tidak patut (Baca: Tafsir at-Thabary)

Sedangkan Ibnu Abbas RA memaknai haqqa tilâwatih yaitu mengiringinya dengan sebenar-benarnya iringan (mengikutinya dengan sebenar-benar ikutan).

Kata tilâwah yang berasal dari kata kerja talâ disamping memiliki arti membaca, juga berarti mengiringi, sebagaimana tersirat maknanya dalam Surah as-Syams ayat 2: Wal qamari idzâ talâhâ, yang artinya: Demi bulan apabila mengiringinya (baca: Tafsir Ibnu Katsir). Maka secara garis besar, haqqa tilâwatih adalah pelajari, pahami, dan patuhi Alquran.

Sumber: Republika

0 Response to "Haqqa Tilawatih :Interaksi yang sesungguhnya dengan Al-Qur'an"

Posting Komentar

Terimakasih anda telah berkunjung.