Apa persiapan Kemendikbud dalam Implementasi Kurikulum 2013


Saya masih ingat saat dulu kurikulum KBK mau diterapkan menggantikan kurikulum sebelumnya yang dinilai banyak kekurangan dan ketinggalan zaman. Timbul banyak pertanyaan dan keraguan bahkan kebingungan dikalangan guru, sebagai pelaksana di lapangan. Tapi akhirnya tetap diterapkan juga menggantikan kurikulum yang ada pada waktu itu.

Tahun 2004 kurikulum itu mulai diberlakukan. Selang 2 tahun kemudian, pada tahun 2006 digantikan (disempurnakan) lagi dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Belum tuntas dengan pelatihan dan penerapan kurikulum KBK datang lagi dengan istilah KTSP yang katanya lebih banyak disesuaikan dengan kondisi masing--masing sekolah. Ada apa lagi? Begitu, pertanyaan yang muncul...

Sama halnya dengan pergantian kurikulum sebelumnya, kurikulum 2013 yang akan diterapkan nantipun diiringi dengan polemik dan kebingungan para guru. Tapi, "kebingungan" itu katanya baik, artinya ada upaya untuk bisa memahami kenapa kurikulum ini diterapkan. Tentu saja pemerintah dalam hal ini Kemendikbud tidak membiarkan kekhawatiran menjadi prasangka tidak baik, kebingungan demi kebingungan itu berlangsung terus, polemik demi polemik mewarnai opini masyarakat. Lalu persiapan apa yang dilakukan Kemendikbud untuk kurikulum 2013 ini?

Menjawab semuanya itu, sedikitnya ada tiga persiapan yang sudah masuk agenda Kementerian untuk implementasi kurikulum 2013.

Pertama, berkait dengan buku pegangan dan buku murid. Ini penting, jika kurikulum mengalami perbaikan, sementara bukunya tetap, maka bisa jadi kurikulum hanya sebagai “macan kertas”.

Pemerintah bertekad untuk menyiapkan buku induk untuk pegangan guru dan murid, yang tentu saja dua buku itu berbeda konten satu dengan lainnya.

Kedua, pelatihan guru. Karena implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap, maka pelatihan kepada guru pun dilakukan bertahap. Jika implementasi dimulai untuk kelas satu, empat di jenjang SD dan kelas tujuh, di SMP, serta kelas sepuluh di SMA/SMK, tentu guru yang diikutkan dalam pelatihan pun, berkisar antara 400 sampai 500 ribuan.

Ketiga, tata kelola. Kementerian sudah pula mnemikirkan terhadap tata kelola di tingkat satuan pendidikan. Karena tata kelola dengan kurikulum 2013 pun akan berubah. Sebagai misal, administrasi buku raport. Tentu karena empat standar dalam kurikulum 2013 mengalami perubahan, maka buku raport pun harus berubah.

Itulah 3 persiapan Kemendikbud dalam memastikan implementasi kurikulum 2013 berjalan sesuai harapan. Kemendikbud menegaskan bahwa jangan sekali-kali persoalan implementasi kurikulum dihadapkan pada stigma persoalan yang kemungkinan akan menjerat kita untuk tidak mau melakukan perubahan. Padahal kita sepakat, perubahan itu sesuatu yang niscaya harus dihadapi mana kala kita ingin terus maju dan berkembang. Bukankah melalui perubahan kurikulum ini sesungguhnya kita ingin membeli masa depan anak didik kita dengan harga sekarang.

0 Response to "Apa persiapan Kemendikbud dalam Implementasi Kurikulum 2013"

Posting Komentar

Terimakasih anda telah berkunjung.