Saleh Politik

Dalam waktu tidak lama lagi Indonesia akan kembali mengadakan pesta "demokrasi", Pemilihan Umum 2014 untuk memilih presiden dan wakil presiden baru pilihan "rakyat". Tentu saja yang paling sibuk mempersiapkan diri saat ini adalah partai-partai politik dan orang-orang yang punya "kepentingan" tertentu di negeri ini.

Menyaksikan hiruk-pikuk pemilu setiap kali diadakan  rasanya seperti sebuah kesia-siaan, ada permainan besar yang hanya memanfaatkan rakyat untuk tujuan sesaat. Wajar bila ada sebagian kalangan yang enggak mau berpolitik dan memilih "li-kom" lihat dan komentari aja sebagi zona nyamannya. Namun, dibalik itu ada pula "mereka" yang berjuang untuk sebuah perubahan yang lebih baik hanya tidak cukup mampu untuk "membeli" hati nurani rakyat.

Menarik sekali menyimak tulisan, Samson Rahman dalam kolom hikmah Republika yang berjudul "Saleh Politik". Tulisan ini menegaskan kembali bahwa bagaimanapun "kotornya" citra politik, bidang satu ini tidak boleh ditinggalkan begitu saja oleh ummat Islam. Politik bukan suatu hal yang haram dan dilarang. Politik bisa menjadi ladang amal yang menggiurkan untuk mendapatkan jaminan keselamatan di akhirat. Politik bisa menjadi kunci untuk menggapai ridha Allah.

Selanjutnya, disebutkan bahwa Rasulullah memberikan jaminan bagi para pemimpin dan pelaku politik yang adil untuk mendapatkan naungan khusus dari Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Naungan itu hanya diberikan kepada tujuh golongan manusia yang memiliki kualitas keiman terbaik.

Dikatakan pula, bahwa do'a para pemimpin yang adil termasuk salah satu doa yang tidak akan pernah tertolak. Itu karena tanggung jawab seorang pemimpin sangatlah berat dan besar, baik disisi Allah maupun dihadapan publik. Rasulullah bersabda : "Tiga golongan yang tidak akan tertolak do'anya, yaitu doa orang yang puasa sampai ia berbuka, doa pemimpin yang adil , dan doa orang yang dizalimi (HR. Tirmidzi).

Karena itu bagi kalangan generasi awal Islam, jabatan pemimpin bukanlah sesuatu yang diminati. Bahkan mereka sering menghindar ketika diminta untuk memangku kekuasaan. Sebab begitu besar tanggung jawabnya di akhirat. Dalam lingkaran kekuasaan seorang pemimpin sering tergelincir pada hal-hal yang buruk dan menyeret mereka pada kehidupan yang sulit dan membahayakan. Bagaimana dengans sekarang?

Sekarang...! Bahkan orang berlomba-lomba untuk menempati kursi jabatan, walau dengan cara apapun. Kita bisa lihat hanpir disetiap pemilihan daerah baik kabupaten/kota maupun propinsi prilaku berpolitik sebagian masyarakat, elit partai dan pejabat tidak mencerminkan sebuah bangsa yang besar dan luhur.

Sebagaimana diungkapkan Samson Rahman,  kesalehan politi di zaman sekarang ini menjadi sangat urgen. "Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah dan paling dekat tempat duduknya kepada Allah pada hari kiamat adalah seorang pemimpin yang adil. Dan manusia yang paling dibenci dan jauh dari Allah tempat duduknya dihari kiamat adalah seorang pemimpin yang kejam" (HR. Tirmidzi).

Menurutnya, kesalehan dan keadilan dalam politik merupakan syarat mutlak bagi pemimpin dan politisi agar dicintai oleh Allah. Dengan begitu, doa-doanya pun akan dikabulkan dan diakhirat mendapat naungannya. Semoga...***

Sumber : Kolom Hikmah Republika Selasa, 27 November 2012




0 Response to "Saleh Politik"

Posting Komentar

Terimakasih anda telah berkunjung.