Refleksi Kemerdekaan

Hari ini, 67 tahun sudah Indonesia merdeka. Merdeka dari pejajahan kolonialisme yang sudah berabad-abad lamanya mencengkram bumi nusantara, Indonesia. 350 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Warisan dari masa penjajahan masih bisa dirasakan sampai sekarang. Kebodohan, mentalistas penjajah yang rakus dan sok berkuasa, merasa benar sendiri, birokrasi kolonialis (?), dan entah peninggalan apa lagi yang masih ada, mewarnai hari-hari bangsa ini dalam mengisi kemerdekaannya.


Jadi, kita baru merdeka secara fisik dari bangsa penjajah tapi belum merdeka dalam mengisi kemrdekaan yang seharusnya dan dalam  mencapai tujuan berdirinya bangsa ini seperti disebut dalam pembukaan UUD 1945, "... untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial..." Ini adalah sebuah ungkapan yang luar biasa, dari sebuah bangsa yang baru berdiri dengan cita-cita yang luhur dengan kemerdekaan yang telah diraihnya... dan tidak dimiliki oleh bangsa manapun. Apakah "kita" benar-benar memahami pernyataan ini, sejak berdirinya bangsa ini 67 tahun yang lalu?

Siapa yang harus lebih memahami pernyataan tersebut di atas, rakyat jelatakah atau para "pengelola" bangsa ini? 67 tahun tidak sebanding dengan dampak 350 tahun penjajahan. "Mencerdaskan kehidupan bangsa" bukanlah kebijakan tawar menawar. Sejak bangsa ini berdiri hingga hari ini menginjak 67 tahun Indonesia merdeka harusnya sudah benar-benar bisa DIRASAKAN bukan masih diwacanakan. Merdeka !




0 Response to "Refleksi Kemerdekaan"

Posting Komentar

Terimakasih anda telah berkunjung.