Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi

"Apakah diantara bapak-bapak dan ibu-ibu ada yang tahu tentang pengertian 'eksplorasi', 'elaborasi' dan 'konfirmasi?" Itulah pertanyaan yang terlontar pada sesi terakhir sebuah pelatihan/workshop yang diselenggarakan pada tanggal 12 Juli 2012 di SDIT Al-Izzah Serang. Saya yakin, semua orang merasa tahu dan memahami apa maksud dan pengertian ke tiga kata itu?. Tapi tahukah anda, tidak ada satupun yang spontan bisa menjelaskan pengertiannya di antara kami peserta workshop tersebut. Ya, termasuk saya pada saat itu jadi tidak "pede", padahal ketiga kata itu sangat akrab dalam penggunaan sehari-hari.


Kadang apa yang kita pahami dalam keseharian tidak mudah begitu saja untuk menjelaskan pengertiannya, mungkin kebanyakan kita latah pandai mengikuti banyak kata tapi tidak bisa menjelaskan maksud dan pengertiannya. Sekarang, ketiga kata itu menjadi begitu penting dipahami oleh setiap guru. Karena ketiga kata itu akan digunakan dalam bagian proses rencana pembelajaran. Dalam pelatihan/Workshop yang  saya ikuti itu, diantaranya diperkenalkan pormat RPP terbaru dengan pendekatan pendidikan karakter bangsa. Dan dalam poin langkah-langkah pembelajaran tercantum bagian Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi dalam kegiatan inti yang sebelumnya tidak terdapat pada format rrp lama

Baiklah! Disini saya ingin berbagi tentang pengertian ketiga kata tadi dalam hubungan dengan kegiatan PBM, mudah-mudahan ada manfaatnya.

Eksplorasi
Eksplorasi adalah upaya awal membangun pengetahuan melalui peningkatan pemahaman atas suatu fenomena (American Dictionary). Atau strategi yang digunakan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan dengan menerapkan strategi belajar aktif 


Elaborasi
Pengertian Elaborasi ini berangkat dari teori mengenai desain pembelajaran yang didasari argumen bahwa pelajaran harus diorganisasikan dari materi yang sederhana menuju pada pada tahapan yang kompleks dengan mengembangkan pemahaman pada konteks yang lebih bermakna sehingga sehingga berkembang menjadi ide-ide yang terintegrasi  lebih detil.

Pembelajaran dimulai dari konsep sederhana dan pekerjaan yang mudah. Bagaimana mengajarkan secara menyeluruh dan mendalam, serta menerapkan prinsip agar menjadi lebih detil. Prinsipnya harus menggunakan topik dengan pendekatan spiral. Sejumlah konsep dan tahapan belajar harus dibagi dalam episode belajar. Selanjutnya siswa memilih konsep, prinsip atau versi pekerjaan yang dielaborasi atau dipelajari.

Konfirmasi
Dalam kamus bahasa Indonesia konfirmasi diartikan dengan penegasan, pengesahan, pembenaran. Kalau dilihat dari pengertian bahasa ada benarnya juga pendapat teman di pelatihan/workshop yang menyatakan bahwa konfirmasi itu merupakan penegasan kembali materi yang telah disampaikan apakah siswa sudah memahaminya atau belum. Tapi apakah tepat pernyataan ini dalam penggunaan istilah RPP berkarakter?

Mari kita simak ulasan berikut ini yang saya simpulkan dari teori kognitif. Kebenaran ilmu pengetahuan itu relatif. Sesuatu yang saat ini dianggap benar bisa berubah jika kemudian ditemukan fakta baru yang bertentangan dengan konsep tersebut. Oleh karena itu, sikap keilmuan selalu terbuka dalam memperbaiki pengetahuan sebelumnya berdasarkan penemuan terbaru. Sikap berfikir kritis dan terbuka seperti itu telah membangun sikap berfikir yang apriori, yaitu tidak meyakini sepenuhnya yang benar saat ini mutlak benar atau yang salah mutlak salah. Semua dapat berubah.
Cara berfikir seperti itu tercermin dalam istilah mental model yang mendeskripsikan sikap berfikir seseorang dan bagaimana pikirannya berproses dalam kehidupan nyata. Hal tersebut mempresentasikan proses perubahan sebagai bagian dari persepsi intuitif. Mental model itu membantu seseorang dalam mendefinisikan maupun menetapkan pendekatan untuk memecahkan masalah. dengan sikap berfikir seperti itu siswa dapat mengembangan, mengembangkan ulang, dan menggugurkan pengetahuannya jika telah menemukan kebenaran yang lain.

Dalam prakteknya guru meningkatkan kemampuan ini melalui pengembangan materi. baik mengenai hal apa yang ingin diketahui siswa lebih jauh, seperti apa tingkat pemahaman dan penguasaan yang ingin dikembangkan dan keraguan apa yang melekat dalam pemahaman tersebut.

Sikap keraguan itu perlu dijawab dengan mengkonfirmasikan terhadap unsur-unsur yang dapat meningkatkan kejelasan atas kebenaran suatu informasi. Siswa melakukan uji kesahihan apakah informasi yang dijadikan landasan kesimpulan itu benar-benar kuat.

Penguatan itu sendiri diperoleh melalui kegiatan ekplorasi melalui perluasan pengalaman, elaborasi melalui sharing dan observasi, proses dan generalisasi dan akhirnya siswa menerapkan pembelajaran yang berstandar dengan merujuk pada paradigma kognitifisme. guru pembaharu 

0 Response to "Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi"

Posting Komentar

Terimakasih anda telah berkunjung.