Indahnya Kebersamaan

Ada sebuah tulisan  di kolom hikmah republika (selasa, 19 Juni 2012) dengan judul "Indahnya Kebeersamaan"  yang ditulis oleh Dr. Ilyas Ismail memberikan gambaran yang jelas dan sangat mendalam  bagaimana Rasulullah memberikan keteladanan di tengah-tengah para shabatnya dalam membangun kebersamaan. Sesuatu yang kita rindukan ada pada diri-diri kita, para tokoh dan pemimpin di negeri ini.


Disebutkan bahwa dalam suatu perjalanan, Nabi SAW meminta para sahabat agar memotong kambing. Mereka antusias merespons perintah Nabi. Sebagian mereka berkata, "Aku yang menyembelihnya." Sebagian lagi berkata, "Aku yang membuka kulitnya." Yang lain berkata, "Aku yang memasaknya." Nabi SAW juga ikut andil, "Aku yang mencari kayu bakarnya."

Sebenarnya para sahabat tidak ingin Rasul yang amat dicintai ikut bekerja dalam uusan masak-memasak ini. Namun, Nabi menolak, dan tak mau hanya menonton dan duduk manis. "Aku tahu kalian bisa mengerjakan semua ini. Tapi aku tak ingin menjadi 'istimewa' (berbeda) dari kalian. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang menempatkan dirinya 'berbeda daripada saudara-saudaranya yang lain"

Menurut Dr. A Ilyas Ismail ada 3 hal penting tentang kebrsamaan dalam hidup yang ditunjukan oleh Rasulullah dalam kisah tersebut. Pertama, soal pembagian peran dan tanggung jawab (tauzi al-adwar). Dalam suatu komunitas, setiap orang harus jelas kedudukan dan tanggungjaweabnya sehingga ia dapat mengambil peran dan memberikan sumbangan bagi kemajuan bangsa.

Kedua, soal kesantunan dalam pergaulan (husn al-mu'asyarah). Nabi mengajarkan bagaimana cara bergaul yang baik. Salah satu caranya ialah dengan mencintai saudara kita seperti kita mencintai diri sendiri dan berbuat baiklah kamu kepada orang lain, seperti kamu mengharapkan orang lain berbuat baik kepadamu.

Ketiga, soal semangat kebersamaan (ruh al-jama'ah). Kerja sama dalam satu tim (team work) memerlukan setidak-tidaknya tiga hal. Pertama, niat (commitment) yang tulus untuk bekerja sama dan sama-sama bekerja. Kedua, komunikasi dan ketersambungan (communication). Niat saja tdak cukup, dalam satu kelompok, setiap orang perlu berkomunikasi satu dengan yang lain. Ketiga, kolaborasi dalam merajut kebersamaan dalam perbedaan sehingga melahirkan keindahan.

Sumber : Kolom Hikmah, Republika oleh : Dr. A Ilyas Ismail, Selasa 19 Juni 2012

0 Response to "Indahnya Kebersamaan"

Posting Komentar

Terimakasih anda telah berkunjung.