Dari Pekerjaan Rumah

Hari ini saya baru saja menyelesaikan tugas rumah. Tugas yang biasanya para ibu yang mengerjakan, yaitu mencuci pakaian, dan rapi-rapi rumah. Sebetulnya itu bukan saja pekerjaan para ibu, tapi karena kini saya sudah punya keluarga dan saya adalah kepala keluarganya, pekerjaan ini menjadi begitu berbeda dan khusus, untuk seorang istri. Ya, masalahnya bukan soal pekerjaan rumah, tapi ada pelajaran hari ini yang didapat. Pertama sesibuk apapun aktifitas kita di luar rumah, pada akhirnya kita akan kembali ke rumah. Bila urusan rumah kita kelola dengan baik, maka kondisi rumah akan membawa kita menjadi lebih dinamis dan produktif. Tetapi sebaliknya, bila urusan rumah tidak dikelola dengan baik akan membawa kita pada kondisi yang kurang produkif dan kurang inovatif. Betapa tidak ! Anda bisa bayangkan rumah yang anda huni begitu kotor, acak-acakan, semrawut, tidak karuan. Akankah kondisi demikian memberi kenyamanan bagi penghuninya ? Tentu jawabnya tidak. Tapi kalau anda hanya bisa menggerutu dan menyalahkan "penghuni rumah lainnya" serta menuntut lebih, maka akan terjadi berikutnya "kekacauan" yang luar biasa, mekipun asalnya sepele. Kalau anda tidak bertindak bijak, masalah akan merembat pada urusan anda lainnya, yang berdampak pada turunnya kualitas hidup. Jadi, bersikaplah bijak dalam memainkan peran di rumah dan peran di luar rumah. Buatlah rumah kita menjadi sumber inspirasi bagi peningkatan kualitas kehidupan kita dan berpartisipasi dalam tugas dan pekerjaan istri di rumah bisa menjadi kegiatan yang mengasyikan. kedua, jangan pernah menumpuk-numpuk pekerjaan rumah karena alasan kesibukan lainnya atau merasa bukan tugasnya. Segera menuntaskan pekerjaan rumah akan membuat suasana rumah menjadi lebih nyaman dan menimbukan semangat kerja baru. Ketiga, berusahalah untuk memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang kita kasihi. ***

0 Response to "Dari Pekerjaan Rumah"

Posting Komentar

Terimakasih anda telah berkunjung.